Galau sedang melanda diriku, baru saja aku kehilangan bayiku. Kesepian pun makin terasa, semakin hari aku merasa suamiku tidak mencintaiku. Terlihat dari caranya, memperlakukan aku. Aku jadi semakin merasa bahwa dia menikahi aku karena rasa kasihan. Astagfirulloh, mudah-mudahan ini hanya prasangka dari setan saja.
Sebenarnya aku ingin dipeluk, agar aku merasa tentram,. Jangankan dipeluk, ditatap pun tidak. Aku sentuh pipinya, tapi dia menjauhkan tanganku dari pipinya. Sungguh sakit rasanya hati ini,, hancur rasanya. Apalagi mertuaku bilang dia terkesan sangat mencintai mantan pacarnya. Semakin teringat aku akan ceritanya dulu,menceritakan seorang laki-laki yang ditinggal nikah pada saat ia hendak melakukan sidang. Betapa hancurnya dia.
semakin aku merasa dia masih trauma dengan masa lalunya,, sampai aku tidak merasakan cintanya.
Mas..maafkan adek jika adek blum bisa menjadi istri mas yang baik dan sempurna seperti yang mas inginkan.
Sesakit hati ini karena dirimu,semuanya akan kulakukan untukmu mas.
Aku hanya ingin ridho Alloh ada padaku, bukan suatu kemurkaan padaku.
Biarlah cinta adek ini hanya sebatas sebelah tangan, asalkan adek tidak masuk neraka.
Semoga kepedihan ini segera tergantikan dengan kebahagiaan.
aku yang selalu egois, ambekan, sombong
akan berubah untukmu mas tidak egois, tidak ambekan, dan selalu merendahkan hati.
Senin, 28 November 2011
Akhirnya, janinku sudah pergi. Tadi sore baru dikubur oleh eyangnya. Sedih , sepi rasanya apalagi suami pergi ngantor. Disaat aku harus menerima cobaan ini, suamiku saat itu tidak ada disampingku. Ingin ku tahan rasa perih ini, tapi harus siapa lagi selain Alloh aku bercerita,, hatiku juga butuh pendamping.. Sedih tiada terkiranya hari ini.. BErushaa untung selalu berpikir positif
Sabtu, 26 November 2011
malam minggu yang kelam, hatiku terasa luluh lantah. Entah apa yang bisa menyebabkan perasaanku seperti ini. Karena bawaan hamilkah atau memang benar bahwa feelingku ternyata suamiku tidak mencintaiku. Aku bisa merasakannya, Yang aku rasa, hanyalah rasa kasihan kepadaku.
Bayiku ,anakku bertahanlah dalam keadaan sehat di dalam rahim bunda ini sampe kau waktunya terlahir. Kau lah penguat hidupku selain Alloh yang hanya satu2nya aku miliki sbg tempat rasa penumpahan segala rupa emosi bunda. Anakku sebetapapun bunda sedih, dikau tak perlu bersedih nak. Tetaplah ceria di rahim bunda,agar bunda merasakan keceriaanmu. Kecerianmu membuat bunda bangga dan bahagia.
Walaupun kau baru berusia 4 minggu, ibu sangat mencintaimu karena Alloh. Segala puji syukur yang tiada putusnya kepada Alloh telah memberikan dikau nak di rahim bunda ini. Tetaplah sehat, bantu bunda agar menjadi istri sekaligus bunda yang tegar. Biarlah ayahmu tak mencintaiku, asal dirimu membuatku bahagia sayang.
bunda sayang kamu nak :)
bunda tunggu kamu di dunia ini
Bayiku ,anakku bertahanlah dalam keadaan sehat di dalam rahim bunda ini sampe kau waktunya terlahir. Kau lah penguat hidupku selain Alloh yang hanya satu2nya aku miliki sbg tempat rasa penumpahan segala rupa emosi bunda. Anakku sebetapapun bunda sedih, dikau tak perlu bersedih nak. Tetaplah ceria di rahim bunda,agar bunda merasakan keceriaanmu. Kecerianmu membuat bunda bangga dan bahagia.
Walaupun kau baru berusia 4 minggu, ibu sangat mencintaimu karena Alloh. Segala puji syukur yang tiada putusnya kepada Alloh telah memberikan dikau nak di rahim bunda ini. Tetaplah sehat, bantu bunda agar menjadi istri sekaligus bunda yang tegar. Biarlah ayahmu tak mencintaiku, asal dirimu membuatku bahagia sayang.
bunda sayang kamu nak :)
bunda tunggu kamu di dunia ini
Rabu, 09 November 2011
Duri Dalam Hati
Entah harus darimana cerita ini dimulai, aku adalah seorang ibu rumah tangga yang sebentar lagi akan melanjutkan kuliah profesiku di awal tahun 2012 ini. Bisa dibilang saat ini, hanya menyandang ibu rumah tangga saja. Aktivitasku kebanyakan di rumah dari mengurus suamiku berangkat kerja, menemani mertua, bahkan melayani suamiku sehabis pulang kerja.
Kami baru menikah tanggal 15 Oktober yang lalu, pernikahan kami baru seusia jagung dengan riak-riak kecil rumah tangga yang kami bina.
Aku sadar masih memiliki keegoisan yang tinggi, ingin selalu dimengerti dan disayang. Tapi apa daya, mungkin karena kami pengantin baru mungkin semuanya egois. Suamiku sering sekali bernada tinggi, aku tidak terbiasa sehingga mengubah moodku jelek tiba-tiba. Apa aku yg harus mengerti dia? Ya Allah, ampuni aku jika suamiku tersakiti hatinya...
Malam ini akan ku penuhi maunya dan penuh rasa hormat dan minta maaf.
Kami baru menikah tanggal 15 Oktober yang lalu, pernikahan kami baru seusia jagung dengan riak-riak kecil rumah tangga yang kami bina.
Aku sadar masih memiliki keegoisan yang tinggi, ingin selalu dimengerti dan disayang. Tapi apa daya, mungkin karena kami pengantin baru mungkin semuanya egois. Suamiku sering sekali bernada tinggi, aku tidak terbiasa sehingga mengubah moodku jelek tiba-tiba. Apa aku yg harus mengerti dia? Ya Allah, ampuni aku jika suamiku tersakiti hatinya...
Malam ini akan ku penuhi maunya dan penuh rasa hormat dan minta maaf.
Langganan:
Komentar (Atom)